Menggali Potensi Buah Padada, Permata Hijau dari Hutan Mangrove Pantai Pangempang
MUARA BADAK - Pantai Pangempang tidak hanya menyuguhkan pemandangan pesisir yang menenangkan dan lambaian pohon mangrove yang kokoh menjaga daratan.
Di balik rimbunnya jajaran hijau tersebut, tersimpan sebuah karunia alam yang kini kian digandrungi oleh warga masyarakat sekitar: Buah Padada.
Bagi masyarakat pesisir Pantai Pangempang, buah dari pohon mangrove spesies Sonneratia alba (atau yang sering dikenal sebagai pidada/padada) ini bukan lagi sekadar tanaman liar penahan abrasi. Buah berbentuk bulat pipih dengan kelopak seperti bintang di dasarnya ini telah bertransformasi menjadi primadona yang paling dicari.
Buah ini mulai dilirik sebagai komoditas yang bernilai ekonomis tinggi.
Beberapa pemanfaatan buah padada yang populer di kalangan warga antara lain,
Sirup Padada,Selai dan Dodol,
Bumbu Masakan memanfaatkan rasa asam alaminya sebagai pengganti asam jawa untuk masakan ikan khas pesisir.
Kandungan antioksidan yang tinggi, vitamin, dan mineral dalam buah padada juga menjadi alasan mengapa buah ini dinilai sangat sehat untuk dikonsumsi secara rutin.
Menjaga Mangrove, Merawat Kehidupan
Ramainya pencarian buah padada di Pantai Pangempang membawa dampak positif yang berlapis. Sadar bahwa buah ini memberikan manfaat ekonomi dan konsumsi, masyarakat kini memiliki motivasi ekstra untuk menjaga kelestarian hutan mangrove mereka.
Merawat pohon padada berarti menjaga benteng pertahanan Pantai Pangepang dari ancaman erosi air laut, sekaligus memastikan dapur warga tetap mengepul. Buah padada adalah bukti nyata bagaimana alam, jika dirawat dengan bijak, akan selalu mengembalikan kebaikan yang berlipat ganda bagi manusia di sekitarnya.